Sebelum memasuki pasar atau wilayah baru, Anda perlu memahami bagaimana konsumen di ruang tersebut berpikir, merasakan, dan berbicara tentang kategori Anda. Tinjauan Sentimen Kategori dari Intura memetakan sentimen budaya, pola persepsi konsumen, dan sinyal positioning brand di wilayah mana pun — memberi Anda kecerdasan untuk memasuki pasar dengan strategi yang sudah disesuaikan dengan ekspektasi lokal.
Brand skincare premium yang berbasis di Jakarta mempertimbangkan ekspansi ke Vietnam dan Filipina. Alih-alih hanya mengandalkan survei riset pasar, brand menggunakan Intura untuk memetakan sentimen konsumen seputar kategori skincare di kedua pasar. Mereka menemukan bahwa konsumen Vietnam sangat fokus pada narasi 'pencerah' dan 'bahan alami', sementara konsumen Filipina lebih responsif terhadap pesan 'hidrasi,' 'perlindungan matahari,' dan 'kemewahan terjangkau'. Brand menyesuaikan positioning produk dan brief influencer mereka sesuai temuan — meluncurkan dengan pesan yang dilokalisasi dan melihat engagement rate awal 35% lebih tinggi dibandingkan peluncuran di Indonesia.
Pilih kategori produk (mis. skincare, haircare) dan wilayah geografis atau pasar spesifik yang ingin Anda analisis sebelum memasuki pasar.
Definisikan topik kunci, keyword, kisaran harga, dan narasi budaya yang ingin Anda ukur sentimennya di wilayah target.
Intura mengambil dan memproses semua data media sosial, berita, e-commerce, dan forum yang relevan dari wilayah target dalam periode waktu yang ditentukan.
Visualisasikan distribusi sentimen positif, netral, dan negatif di berbagai atribut produk, brand kompetitor, dan kebutuhan konsumen di kategori Anda.
Terima laporan dengan rekomendasi pesan spesifik, petunjuk budaya yang bisa dimanfaatkan, persepsi harga, dan topik yang perlu dihindari dalam strategi peluncuran Anda.
Kami menilai sentimen di lima dimensi: (1) persepsi produk — cara konsumen berbicara tentang atribut produk dan manfaat kategori; (2) sentimen brand — bagaimana brand yang ada dipersepsikan dan apa yang mendorong asosiasi positif atau negatif; (3) relevansi budaya — nilai, estetika, dan narasi mana yang beresonansi secara lokal; (4) sinyal sensitivitas harga — cara konsumen membahas nilai, keterjangkauan, dan positioning premium; dan (5) indikator kebutuhan yang belum terpenuhi — keluhan, wish-list, dan celah yang mengungkapkan peluang pasar. Tampilan 360 derajat ini memberi tahu Anda bukan hanya apakah pasar menerima, tetapi bagaimana tepat memposisikan brand Anda untuk menang sejak hari pertama.
Pahami bagaimana konsumen di pasar target mempersepsikan kategori produk Anda sebelum Anda masuk. Identifikasi narasi, nilai, dan ekspektasi yang mendorong keputusan pembelian lokal.
Deteksi nuansa budaya dan idiom lokal yang mempengaruhi cara pesan brand Anda akan diterima. Hindari ketidaksesuaian antara identitas global Anda dan ekspektasi konsumen lokal.
Lihat bagaimana brand yang sudah ada di wilayah target dipersepsikan. Identifikasi celah positioning mereka — area di mana sentimen konsumen negatif atau kurang terlayani yang bisa Anda kuasai.
Masuki pasar baru dengan strategi positioning yang dibangun dari data sentimen konsumen nyata, bukan asumsi. Tahu persis apa yang harus disampaikan, kepada siapa, dan melalui channel apa.