
Intura di Google for Startups AI Showcase Day Bersama Komdigi
Tanggal
Selasa, 24 Februari 2026
Waktu
1:00 PM – 6:00 PM WIB
Lokasi
Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman Level 8 + Ganara Art Space
Jakarta, Indonesia
Program
Google for Startups AI Solutions Lab Indonesia Accelerator
Jakarta, Februari 2026 — Pada sebuah Selasa sore di Jakarta Selatan, sesuatu yang diam-diam penting sedang terjadi. Di dalam ruang-ruang Garuda Spark Innovation Hub di FX Sudirman yang diterangi seperti galeri seni, startup-startup AI paling menjanjikan di Indonesia berdiri berdampingan — mempresentasikan produk mereka kepada investor, terhubung dengan pembangun ekosistem, dan berbagi ruang yang sama dengan seorang menteri kabinet yang datang langsung untuk melihat apa yang sedang dibangun oleh generasi penerus teknologi Indonesia. Intura ada di ruangan itu.
Sorotan Utama
Top 10 Startup
Terpilih dari seluruh cohort AI Solutions Lab Indonesia Accelerator untuk tampil di showcase
Dihadiri Menteri
Menteri Meutya Hafid hadir langsung — berdialog dengan para founder dan menyaksikan pitch startup
Pemerintah × Google
Event ini mempertemukan Komdigi dan Google for Startups dalam komitmen bersama untuk masa depan AI Indonesia
Akses Investor & Ekosistem
Lima jam pitching, networking, dan percakapan langsung dengan VC, corporate innovator, dan pemangku kebijakan
Mengapa Momen Ini Penting bagi Ambisi AI Indonesia
Indonesia tengah berada di tengah apa yang oleh para analis disebut sebagai transisi teknologi paling penting dalam sejarahnya. Dengan lebih dari 278 juta penduduk — populasi terbesar keempat di dunia — dan pemerintah yang telah menjadikan AI sebagai inti dari agenda digitalisasi nasional, negara ini siap menjadi salah satu pasar AI paling signifikan di Asia Tenggara dalam satu dekade ke depan.
Google sudah lama mengenali lintasan ini. Google for Startups AI Solutions Lab — program akseleratornya untuk startup Indonesia yang membangun produk berbasis AI — bukan sekadar inisiatif filantropi. Ini adalah investasi strategis di pasar yang diyakini Google, bersama fund venture kapital terbesar di dunia, akan melahirkan beberapa perusahaan teknologi paling berpengaruh dalam sepuluh tahun ke depan.
AI Showcase Day pada 24 Februari merupakan puncak dari cohort terbaru program tersebut. Dan acara ini dirancang untuk bermakna: bukan sekadar demo day tertutup untuk kalangan dalam, melainkan sinyal publik — yang ditujukan kepada investor, pembuat kebijakan, dan komunitas startup yang lebih luas — bahwa ekosistem AI Indonesia telah tiba.
Bagaimana Kami Sampai di Sini: AI Solutions Lab
Undangan Intura ke showcase ini merupakan hasil seleksi ke dalam Google for Startups AI Solutions Lab, yang dijalankan bersama Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia) sebagai bagian dari inisiatif "Bangkit Bersama AI" pemerintah. Program ini tidak terbuka untuk semua orang. Seleksi mengharuskan demonstrasi kedalaman produk AI yang nyata, pemahaman mendalam tentang pasar Indonesia, dan tim pendiri yang mampu bergerak cepat pada masalah teknis yang kompleks.
Bagi Intura, masalah itu adalah brand intelligence. Ketika AI mengubah cara konsumen menemukan produk — melalui mesin pencari berbasis AI, rekomendasi media sosial, dan feed e-commerce yang dikurasi secara algoritmik — pertanyaan tentang bagaimana sebuah brand dipersepsi menjadi jauh lebih kompleks. Intura dibangun untuk menjawab pertanyaan itu secara masif, dan tesis itulah yang membawa kami ke dalam program ini.
AI Solutions Lab membawa cohort melalui berbulan-bulan mentorship, deep-dive teknis pada infrastruktur Google Cloud, workshop produk, dan keterlibatan langsung dengan jaringan global pakar Google. Showcase Day adalah saat semua pekerjaan itu dibawa ke hadapan publik.

Di Dalam AI Showcase Day
Sore itu berlangsung di dua ruang yang saling terhubung: aula utama Garuda Spark Innovation Hub di lantai delapan FX Sudirman, dan Ganara Art Space yang berdekatan — sebuah galeri yang memberikan sentuhan elegan yang tak terduga pada acara ini. Para peserta bergerak di antara sesi pitch, booth startup, dan lingkaran networking sejak pukul 13.00, dengan energi yang terus membangun sepanjang sore.
Para peserta merupakan campuran yang disengaja. Venture capitalist dengan portofolio Asia Tenggara. Kepala inovasi korporat dari beberapa konglomerat terbesar Indonesia. Pejabat kebijakan dari Komdigi. Jurnalis. Angel investor. Sesama founder. Para penyelenggara telah memikirkan dengan matang siapa yang ada di ruangan itu — dan mengapa penting bahwa mereka semua hadir pada waktu yang sama, di ruang yang sama, menyaksikan pitch yang sama.
Ini adalah jenis event yang tidak terjadi begitu saja. Ini adalah hasil bertahun-tahun membangun ekosistem — oleh Google, oleh Komdigi, oleh komunitas akselerator, dan oleh para founder sendiri yang terus membangun di tengah iklim pendanaan yang sulit dan kondisi makro yang tidak pasti. Pada 24 Februari, semua kerja keras yang terakumulasi itu terlihat nyata dalam setiap percakapan yang terjadi di dua lantai tersebut.
Pemerintah yang Bertaruh pada AI
Ketika Menteri Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, naik ke panggung, suasana di ruangan itu berubah. Kehadirannya bukan seremoni belaka. Ia berbicara dengan familiaritas yang jelas terhadap startup-startup yang hadir — menyebut sektor-sektor spesifik, mengakui tantangan-tantangan nyata, dan menguraikan peta jalan kementerian untuk menciptakan kondisi regulasi dan kebijakan yang memungkinkan startup AI berkembang.
Kehadirannya di showcase akselerator startup — berdiri berdampingan dengan founder tahap awal, berpartisipasi dalam sesi foto bersama 10 perusahaan terpilih termasuk Intura — merupakan pernyataan niat tersendiri. Pemerintah Indonesia tidak lagi memperlakukan startup AI sebagai pelaku ekonomi pinggiran. Mereka diposisikan sebagai inti dari ambisi kedaulatan digital negara dan tujuan Indonesia untuk menjadi ekonomi teknologi terdepan di Asia Tenggara.
Pemerintah Indonesia tidak lagi memperlakukan startup AI sebagai pelaku ekonomi pinggiran — mereka diposisikan sebagai inti dari kedaulatan digital negara dan ambisi Indonesia untuk menjadi ekonomi teknologi terdepan di Asia Tenggara.
Bagi para founder yang membangun di bidang ini, keselarasan politik seperti itu bukan hal kecil. Kebijakan sangat penting dalam AI — mulai dari tata kelola data hingga aturan pengadaan hingga regulasi produk lintas batas. Memiliki seorang menteri yang memahami lanskap tersebut, dan yang secara publik berkomitmen untuk menciptakan kondisi bagi perusahaan AI domestik untuk berkembang, adalah keunggulan struktural nyata bagi seluruh ekosistem.

Cohort: Potret Masa Depan AI Indonesia
Dinding startup di AI Showcase Day bercerita secara miniatur. Puluhan logo — mencakup pendidikan, healthtech, logistik, AI hukum, consumer analytics, enterprise SaaS, dan lainnya — mewakili perusahaan-perusahaan yang masing-masing telah mendapatkan tempat mereka dalam cohort melalui proses seleksi yang ketat.
Masuk ke dinding itu membutuhkan lebih dari sekadar pitch deck yang menarik. Dibutuhkan kedalaman produk yang nyata, tesis product-market fit yang tervalidasi oleh pengguna aktual, dan kecerdasan operasional yang menandakan sebuah tim bisa mengubah mentorship menjadi momentum. Cohort ini, secara keseluruhan, merupakan gambilan lintas sektor yang tulus tentang ke mana AI Indonesia menuju — bukan kumpulan eksperimen, melainkan sekumpulan perusahaan yang membangun dengan serius dan untuk jangka panjang.
Logo Intura ada di dinding itu. Bagi tim kami, gambar itu memiliki bobot tersendiri — bukan karena apa yang dikatakannya tentang kami hari ini, tetapi karena apa yang dimaksud dengan berada dalam cohort ini, bersama perusahaan-perusahaan ini, pada momen dalam sejarah AI Indonesia ini, tentang apa yang mungkin terjadi dari sini.

Apa yang Intura Presentasikan
Di showcase, Intura mempresentasikan platform brand intelligence kami — yang dibangun khusus untuk era AI, di mana pertanyaan sentral bagi tim brand dan marketing bukan lagi sekadar "apa yang orang katakan tentang kami di media sosial?" tetapi "bagaimana model AI mendeskripsikan kami ketika seorang konsumen meminta rekomendasi?" dan "apa yang sebenarnya ditulis pembeli dalam ulasan produk yang tidak pernah sempat dibaca tim kami?"
Tesis kami adalah bahwa persepsi brand secara bersamaan sedang dibentuk ulang oleh tiga kekuatan yang bertemu: respons yang dihasilkan AI yang memediasi discovery, sinyal social listening yang menangkap sentimen real-time, dan dinamika ulasan e-commerce yang mengkodekan niat pembelian yang mendalam. Sebagian besar brand hanya memiliki visibilitas parsial ke salah satu dari lapisan ini. Intura menyajikan ketiganya dalam satu platform terintegrasi — memberikan tim kejelasan data berkualitas keputusan yang belum pernah ada sebelumnya pada tingkat aksesibilitas ini.
Percakapan yang terjadi setelah pitch kami — dengan investor yang langsung memahami timing pasar, dengan kepala korporat yang selama ini mencoba memecahkan masalah yang sama dengan tooling yang terfragmentasi, dan dengan sesama founder yang memecahkan bagian-bagian yang berdekatan dari teka-teki yang sama — mengkonfirmasi apa yang sudah kami yakini: masalahnya nyata, pasarnya siap, dan produk yang kami bangun adalah produk yang tepat untuk momen ini.
Memandang ke Depan
24 Februari 2026 adalah hari yang mengkristalisasi sesuatu yang telah lama kami bangun menuju. Dipilih oleh Google for Startups, berdiri di ruangan itu di hadapan Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, memiliki nama Intura di dinding cohort AI Solutions Lab — ini bukan titik akhir. Ini adalah indikator bahwa arahnya sudah benar dan momentumnya nyata.
Koneksi yang terjalin pada sore itu — dengan investor yang memahami nuansa pasar Indonesia, dengan pejabat pemerintah yang sedang membentuk kebijakan yang akan mendefinisikan bagaimana produk AI dapat beroperasi di negara ini, dengan sesama founder yang menavigasi medan yang sama dari sudut yang berbeda — adalah jenis yang terakumulasi seiring waktu. Bukan sekadar penambahan jaringan. Mereka adalah awal dari kolaborasi, dari perkenalan, dari peluang yang belum memiliki nama.
Kami berterima kasih kepada Google for Startups dan Komdigi karena telah membangun event ekosistem yang memperlakukan para founder startup sebagai kontributor serius bagi agenda AI nasional Indonesia — bukan sebagai penerima dukungan, tetapi sebagai mitra sejati dalam ambisi bersama. Framing itu penting. Dan kami bermaksud untuk membenarkannya.
Intura membangun tools riset brand dan analitik AI-native untuk brand yang beroperasi di era AI — membantu mereka memahami bagaimana mereka dipersepsi di media sosial, e-commerce, dan AI search dalam satu platform terintegrasi.
Pelajari Intura